HIND'S HALL

Macklemore

Shalawat Rindu Nabi

Kangasep ft Tehwina

ustadz Ahmad Sarwat

Belajar tentang halal haram musik

Fadly

Gadis Kerudung Putih

Azzam Haroki

Dari Indonesia untuk Palestina

klik to play

Rabu, 14 Januari 2026

2 Hari Konser Amal Sumatera dan Palestina

Hari Pertama

🎶 KONSER AMAL KEMANUSIAAN 🎶
SUMATERA DAN PALESTINA

Pemerintah Kota Dumai mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Konser Amal Kemanusiaan Sumatera dan Palestina, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.


✨ Special Performance:
🎤 Wali Band @bandwaliofficial
🎶 Jaza Nasyid @jazaofficial2025
🗓 Sabtu, 24 Januari 2026
⏰ Pukul 06.00 WIB s.d. selesai (PAGI HARI)
📍 Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai 

Kita datang untuk mengirim harapan, bantuan, dan masa depan bagi Sumatera dan Palestina.  Mari bersama-sama menghadirkan kepedulian untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di wilayah Sumatera dan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan kepada saudara kita di Palestina. Siapkan donasi terbaikmu.

📲 Donasi dapat disalurkan melalui QRIS dan kanal resmi yang tersedia.

Follow dan pantau terus akun @kesradumai untuk info-info terbaru lainnya📲

Hari Kedua


AKSI BELA PALESTINA & KONSER AMAL 
DARI PEKANBARU UNTUK SUMATERA & PALESTINA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami dari Jaza Nasyid
Mengajak seluruh Masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya...

Untuk hadir dan ramaikan acara AKSI BELA PALESTINA & KONSER AMAL DARI PEKANBARU UNTUK SUMATERA & PALESTINA"
📅 : Ahad, 25 Januari 2026
🕒 : 06.00 WIB - Selesai
📍 : CFD Pekanbaru

Ajak keluarga dan teman untuk hadir dan meramaikan acara ini! Serta jangan lupa juga siapkan infaq terbaiknya untuk saudara-saudara kita di Sumatera dan Palestina.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI) serta Organize by Qupro Indonesia. 

Jangan lupa siapkan Donasi terbaikmu✨

Sampai berjumpa di tanggal 25 Januari 2026 yaaa🙌🏻
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


arsip radio nasyid

Senin, 12 Januari 2026

Duka Cita Engran Maidany


INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN

Telah berpulang ke Rahmatullah,
Engran Ispandi Silalahi (Almarhum)

Pada hari Ahad, 11 Januari 2026, Allah SWT telah memanggil kembali hamba-Nya, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan A.H. Nasution, Medan pada tanggal 8 Januari 2026. Almarhum sempat menjalani perawatan intensif di ICU sebelum akhirnya berpulang.

Beliau dikenal sebagai seorang pendidik, aktivis sosial, dan juga vokalis grup nasyid Maidany. Dalam beberapa tahun terakhir, almarhum aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan pendidikan, serta sempat viral dengan konten-konten edukatifnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak yang masih kecil. Untuk melanjutkan amal jariyah dan membantu keluarga yang ditinggalkan, dapat disalurkan bantuan melalui:

💳 BSI: 7152508721
a.n. Ferlin Ferzi (Istri Almarhum)

Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, segala kesalahannya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

📞 Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi keluarga atau melalui tautan berikut:

Keluarga Besar Radio Nasyid Online
Turut berduka cita



 

Minggu, 04 Januari 2026

ECKO SHOW - WANITA HEBAT (feat. AJAY DAMIMA'S)

arsip radio nasyid
--> Dubes Palestina <--

 

Wanita Hebat 


AKU TAU KAU SUDAH LELAH
TERKADANG KAU INGIN MENYERAH
TAK PUNYA TEMPAT KELUH KESAH
TIDAK MAU TERLIHAT LEMAH
DILEMA MENJERAT
BEBAN PUNDAK MEMBERAT
PEGANG TANGAN KU ERAT
ENGKAU WANITA HEBAT

BANYAK SANAK SAUDARA SERASA HIDUP SENDIRI
DUNIA BEGITU LUAS MEMILIH TUK MENYENDIRI
TIDAK HARAP BANTUAN TERAPKAN HIDUP MANDIRI
SLAMA MASIH BISA BERDIRI DIKAKI SENDIRI

KAU TETAP TERSENYUM, WALAUPUN TERLUKA
BERUSAHA BANGKIT, MESKI JIWA BERDUKA
LAKUKAN YANG TERBAIK WALAU ORANG TAK SUKA
ANGKATLAH DUA TANGAN PINTU LANGIT TERBUKA

DARI TULANG RUSUK, JADI TULANG PUNGGUNG
TAKDIR UNTUK ADAM TAPI HAWA YANG MENANGGUNG
HIDUP PENUH MASALAH, DIBALIK RASA LELAH
ADA DOA YANG DI IJABAH

AKU TAU KAU SUDAH LELAH
TERKADANG KAU INGIN MENYERAH
TAK PUNYA TEMPAT KELUH KESAH
TIDAK MAU TERLIHAT LEMAH
DILEMA MENJERAT
BEBAN PUNDAK MEMBERAT
PEGANG TANGAN KU ERAT
ENGKAU WANITA HEBAT

SOSOK PEREMPUAN, YANG HARUS BERJUANG
RELA BANTING TULANG, KEHILANGAN FIGUR TUAN
HARUS PUTAR OTAK, PIKIRAN DIPERAS
INGIN MEMBERONTAK, LAWAN KEHIDUPAN KERAS

TIDAK SEBERUNTUNG KEHIDUPAN ORANG LAIN
BISA HURA HURA MACAM HIDUP MAIN MAIN
DISISI YANG LAIN MREKA TAK SEKUAT KAMU
DUNIA SEMENTARA KITA DATANG SBAGAI TAMU

TINGGALKAN PIKIRAN "KAU WANITA TAK BERGUNA"
KITA DILAHIRKAN TIDAK ADA YANG SEMPURNA
JANGANLAH KECEWA, SOSOK ISTIMEWA
DENGAN HATI MEWAH

AKU TAU KAU SUDAH LELAH
TERKADANG KAU INGIN MENYERAH
TAK PUNYA TEMPAT KELUH KESAH
TIDAK MAU TERLIHAT LEMAH
DILEMA MENJERAT
BEBAN PUNDAK MEMBERAT
PEGANG TANGAN KU ERAT
ENGKAU WANITA HEBAT

UUU... KAU WANITA HEBAT
UUU... PEGANG TANGANKU ERAT

Artist : Ecko Show, Ajay Damima's

Selasa, 30 Desember 2025

Konser Solo Pertama UNIC di Malaysia: Membuktikan Nasyid Tetap Relevan

arsip berita
 --> Data Riset : Di Indonesia Muslim Yang Murtad Makin Meningkat <--


Setelah lebih dari dua dekade berkiprah di dunia musik yang mengusung dakwah dan nilai-nilai kemanusiaan, grup nasyid kontemporer terkenal, UNIC, mencatatkan sejarah dengan menggelar konser solo penuh pertama mereka bertajuk “This Is UNIC: Live In Concert” di Idea Live Arena, Kuala Lumpur, pada 20 Desember. Konser ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah pernyataan seni yang menunjukkan kematangan musik mereka dan memperkuat posisi genre nasyid di panggung hiburan arus utama.

Diselenggarakan oleh Triple Am Global, konser ini membawa penonton menyusuri perjalanan musik UNIC sejak awal berdiri melalui lagu-lagu seperti "Hanyut," "Balqis," dan "Remaja," yang menghadirkan kenangan masa-masa awal mereka. Selanjutnya, lagu-lagu yang lebih matang seperti "Jalinan," "Keroncong Kasih Sayang," dan "Kawan" memperlihatkan perkembangan dan kematangan komposisi musik mereka.

Segmen yang lebih tenang dan penuh penghayatan seperti "Doa Dhuha," "Qunut Nazilah," dan "Anak Soleh" menciptakan suasana reflektif yang menyentuh emosi penonton, mengingatkan mereka akan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan yang terkandung dalam karya-karya musik UNIC. Saat lagu-lagu ikonik seperti "Hanya Tuhan Yang Tahu" dan "Ainul Mardhiah" dibawakan, suasana menjadi semakin emosional dengan sorakan dan nyanyian bersama penonton, membuktikan kedekatan yang erat antara UNIC dan para penggemar setia mereka.

Konser ini juga dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Naufal Isa dan Nizam Laksamana, yang menambah keceriaan dan mempererat semangat persahabatan di antara para pelaku seni nasyid. Kehadiran mereka melengkapi perjalanan konser ini dan menambah kehangatan emosional di atas panggung.

Dengan menutup konser dengan lagu "Ainul Mardhiah," UNIC tidak hanya mengenang perjalanan mereka yang telah lalu, tetapi juga membuka babak baru dalam usaha mengangkat martabat musik nasyid ke panggung yang lebih besar. Menurut mereka, “This Is UNIC: Live In Concert” membuktikan bahwa musik nasyid masih relevan dan dibutuhkan, dan ini adalah awal dari lebih banyak karya dan pembagian pengalaman yang bermakna di masa depan.

Sumber: utusantv bernama rtm thestar

Kamis, 18 Desember 2025

Nasyid dalam Islam: Antara Tradisi Spiritual dan Perdebatan Hukum

Nasyid kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lanskap musik religi di dunia Islam, termasuk di Indonesia. 

Dari lantunan lembut yang memuji kebesaran Allah hingga kisah inspiratif para nabi, nasyid tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan refleksi spiritual. 

Secara harfiah, kata "nasyid" berasal dari bahasa Arab nasyd, yang berarti senandung atau hymne. Dalam praktiknya, nasyid adalah bentuk nyanyian Islami yang liriknya mengandung pesan moral, pujian kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta syiar tentang nilai-nilai keimanan dan kemuliaan ajaran Islam. 

Jejak Sejarah Nasyid: Dari Hijrah Nabi hingga Kampus Indonesia 

Tradisi nasyid diyakini telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Salah satu syair paling terkenal yang dikaitkan dengan periode awal Islam adalah Thala‘al Badru ‘Alayna, yang dinyanyikan kaum Anshar saat menyambut kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah. 

Sejak saat itu, syair bernapaskan Islam berkembang sebagai sarana ekspresi keimanan umat. 

Perkembangan nasyid semakin pesat di Timur Tengah, khususnya ketika tema-tema jihad dan perjuangan melawan penjajahan mulai mengisi lirik-lirik nasyid, mencerminkan dinamika sosial dan politik di kawasan tersebut. 

Di Indonesia, nasyid mulai dikenal luas pada era 1980-an melalui pergerakan dakwah kampus. Para aktivis Islam kala itu memperkenalkan nasyid berbahasa Arab, yang lambat laun mengalami akulturasi menjadi lagu-lagu Islami dalam bahasa Indonesia dengan tema yang lebih beragam dari cinta islami hingga pesan-pesan sosial.

Ciri Khas dan Bentuk Nasyid 

Nasyid biasanya dinyanyikan dalam format grup, acapela, atau diiringi alat musik sederhana seperti rebana. Lagu-lagunya memiliki karakteristik khas: irama yang lembut, lirik sarat makna, dan pembawaan yang khusyuk. 

Dalam banyak kesempatan, nasyid hadir di pernikahan, pengajian, perayaan hari besar Islam, dan kegiatan keagamaan lainnya. 

Berbeda dengan musik konvensional, nasyid menitikberatkan pada kesucian pesan dan kesesuaian dengan nilai-nilai Islam. 

Oleh karena itu, estetika nasyid tak hanya diukur dari teknis vokal atau musikalitas, tetapi juga dari kedalaman spiritual pesan yang dibawakan. 

Perdebatan Hukum: Mubah atau Terlarang? 

Meski nasyid telah menjadi bagian dari budaya populer Islam, hukum nasyid dalam Islam masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. 

Beberapa kelompok mengharamkan segala bentuk musik, termasuk nasyid, dengan alasan potensi melalaikan dan unsur yang tidak sesuai syariat. Namun, banyak pula yang membolehkan bahkan menganjurkan nasyid sebagai media dakwah yang efektif.

Perdebatan ini antara lain merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, saat Abu Bakar RA memprotes dua budak yang bersenandung di rumah Rasulullah SAW pada hari raya. Nabi kemudian menanggapi: “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan sekarang ini hari raya kita.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis tersebut menjadi dasar bahwa Rasulullah SAW tidak secara mutlak melarang musik atau senandung, melainkan mempertimbangkan konteks dan niat di baliknya. 

Dalam bukunya Hukum Musik dan Nasyid Islam (2021), Hafidz Muftisany menyimpulkan bahwa hukum nasyid termasuk dalam wilayah khilafiyah, atau ranah perbedaan pendapat yang sah di kalangan ulama. Artinya, kebolehan atau larangannya sangat bergantung pada cara penyajian, isi lirik, serta konteks penggunaannya.

Musik Islam dalam Budaya Nusantara 

Nasyid bukan satu-satunya bentuk ekspresi musikal Islami di Indonesia. 

Tari Saman, genjringan, shalawatan, hingga pantun-pantun keagamaan juga menjadi bagian dari kekayaan seni Islam yang telah berakar sejak Islam datang ke Nusantara antara abad ke-8 hingga ke-13 Masehi. 

Kehadiran nasyid di tengah masyarakat Muslim Indonesia hari ini menandakan bahwa musik religius tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan selera generasi muda tanpa kehilangan ruh spiritualnya. 

Kesimpulan: Nasyid sebagai Jalan Tengah 

Dalam lanskap seni Islam, nasyid hadir sebagai jalan tengah antara seni dan syariat, menggabungkan keindahan suara dengan kekuatan pesan. 

Meski pro dan kontra tentang hukumnya masih berlangsung, keberadaan nasyid menunjukkan bahwa seni dalam Islam bisa berkembang dalam bingkai nilai-nilai suci, selama tetap menjaga adab, isi, dan tujuan.

Sumber: Kitab Hadis, Buku Hukum Musik dan Nasyid Islam (Hafidz Muftisany, 2021), Kompilasi Sejarah Musik Islam Nusantara

Penulis: Popi Siti Sopiah Editor: Tim Media Pakuan

Artikel Asli dari Media Pakuan 18 Juli 2025 "Nasyid dalam Islam: Antara Tradisi Spiritual dan Perdebatan Hukum "

arsip radionasyid 
--> Bedah Buku "Sukses Berdakwah di Jalur Musik Religi" <--